shock after “Gigi”

29.06.07, 20.09

Abis nonton “Gigi” (Vincente Minelli, 1958)… Film yang bagus dan menghibur,
highly recommended… Tapi setelah laptop gw mati, gw merasa sepi, bengong… Gw
berpikir, apakah memang dunia seindah dan sesederhana itu… Apakah suatu hari
nanti PASTI ada seorang laki-laki (gw malas menggunakan kata ‘pangeran’) yang
kaya, tampan, baik hati, ramah, sopan yang akan meminang seorang gadis lugu,
ceria, dan naïf? Is life that simple? Gw memilih untuk menenangkan diri dan
berkata, calm down, it was just a film…

Daripada bengong, gw
memilih keluar kos, cari makan, udah waktunya buka puasa… Begitu buka pager, gw
langsung berhadapan dengan tukang sate padang yang lagi bengong karena gak ada
yang beli… Tiba-tiba gw berpikir, “Hey, that’s real life!”

Ya! Itu baru namanya
kenyataan… Suasana kober yang masih ramai walaupun udah jam 8 malam… Kang Arie
tukang DVD spesialis bajakan original yang sibuk menjelaskan sinopsis film2nya…
Mbak2 warteg yang bête karena lauknya udah hampir habis tapi belum waktunya
tutup… Gw yang kehabisan uang dan kelaparan.. Well, that’s real life!

Jadi, jangan sebel
kalau apa yang terjadi dalam kenyataan ternyata gak seindah yang di
pelem-pelem. Karena sesungguhnya keindahan sejati itu adalah ketiadaan di dunia,
dan kekekalan di saat yang sudah dijanjikan itu…

Akh… Gw menampar diri
gw sendiri karena tadi sempat kesal karena film “Gigi” itu… Sekarang ada sebuah
lagu yang terngiang-ngiang di kepala gw.. Here it goes…

Have you lost your
way? Do you think you’re getting back again?
It’s a mystery, that through a death I found my life again…
So here we are, flesh and bone and spirit lifted up…

So I’m starting it up,
and I filled up my cup, I’m lost in Your love, and it’s more than a memory
And I’m starting again what I thought was the end, is another beginning from
here to eternity
I’ll sing… Halelujah… Halelujah… Halelujah… Halelujah!

^_^

Leave a Reply